Selain hasil supervisi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman kepala sekolah terhadap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk perubahan regulasi yang menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum.
Chandrawati mengungkapkan, antusiasme kepala sekolah dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi.
Baca Juga:
Larang Pelajar SMA-SMK Bawa Motor ke Sekolah, Pemprov Jabar Keluarkan Aturan Resmi
Hal itu terlihat dari kehadiran seluruh kepala sekolah TK di Kabupaten Sumedang.
“Alhamdulillah, kepala sekolah mendukung dan semuanya hadir dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui bimbingan teknis tersebut para kepala sekolah memiliki wawasan dan kemampuan yang semakin baik dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan.
Baca Juga:
Larang Pelajar SMA-SMK Bawa Motor ke Sekolah, Pemprov Jabar Keluarkan Aturan Resmi
Kurikulum yang disusun, kata Chandrawati, diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi benar-benar mencerminkan kondisi dan karakteristik masing-masing sekolah.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan ini para kepala sekolah memiliki wawasan tentang bagaimana penyusunan kurikulum yang sesuai dengan lingkungan sekolahnya atau karakter sekolahnya, budaya dan adat kebiasaan di sekolahnya, serta sesuai dengan kebutuhan anak,” jelasnya.
Dengan demikian, kurikulum yang diterapkan di setiap satuan pendidikan diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak.