WAHANANEWS.CO, Sumedang - Suasana segar dan penuh semangat muda tampak mewarnai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumedang Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Sekretaris DPP PKB, Dr. Idam Arsyad di Gedung Islamic Center Sumedang pada Minggu (11/04/2026).
Ketua DPC PKB Kabupaten Sumedang, Taufiq Nurrohim, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muscab ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah perjuangan partai ke depan, sekaligus menjawab berbagai persoalan strategis di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Bonus Demografi Jadi Peluang, Pemerintah Bangun Hub Inovasi Nasional
Ia mengungkapkan, dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa pada tahun 2025, Sumedang memiliki potensi besar melalui bonus demografi, di mana sekitar 83 persen penduduk berada pada usia produktif.
“Ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Bagaimana bonus demografi ini bisa dikelola menjadi kekuatan untuk kemajuan Sumedang,” ujarnya.
Namun demikian, Taufiq juga mengingatkan berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah tersebut.
Baca Juga:
DPD PKS Kota Bekasi Gelar Muscab 12 Kecamatan, Heri Koswara Sampaikan Hal Ini
Di antaranya angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 9,10 persen atau sekitar 111 ribu jiwa, tingkat pengangguran sebesar 6,16 persen, serta ketimpangan ekonomi yang berada di angka 0,36.
Selain itu, rata-rata lama sekolah masyarakat Sumedang masih berada di angka 8,74 tahun atau setara kelas 2 SMP, yang menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini bukan untuk disesali, tetapi menjadi motivasi bagi kita semua untuk merumuskan kebijakan yang objektif, strategis, dan solutif,” katanya.
Taufiq juga menegaskan bahwa PKB Sumedang ke depan akan menempatkan diri sebagai partai ide sekaligus partai pelayanan, serta memperkuat kaderisasi dan keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Dr. KH. Maman Imanul Haq, menekankan pentingnya peran PKB dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persaudaraan antarpartai, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam politik.
Ia menyebut bahwa kekuatan PKB terletak pada sinergi antara ulama dan generasi muda. “Kalau dua kekuatan ini bersatu, PKB akan semakin besar ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Sumedang, serta mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi dalam membangun daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPP PKB, Dr. Idam Arsyad, menyampaikan bahwa Muscab tidak sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan kontribusi nyata partai dalam menghadapi tantangan nasional dan global.
Menurutnya, Indonesia saat ini tengah berada dalam fase transformasi menuju Indonesia Emas 2045, yang menuntut kesiapan sumber daya manusia unggul serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika global.
“Partai politik harus mampu menjawab tantangan zaman, tidak hanya berpikir lokal, tetapi juga memiliki perspektif global,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi dan penguatan struktur partai agar mampu menghadapi kompleksitas persoalan di masa depan, termasuk dalam mengelola bonus demografi.
Dengan mengusung semangat kolaborasi dan keterbukaan, Muscab PKB Sumedang 2026 diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]