"Dengan meterisasi, setiap watt yang keluar terpantau secara presisi. Hal ini menguntungkan kedua belah pihak, PLN mendapatkan data beban yang akurat, sementara Pemkab mendapatkan kepastian biaya," terangnya.
Dengan sistem ini, lanjut Ramdani, perhitungan menjadi lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:
Wujud Kepedulian dan Berbagi di Bulan Ramadan, PLN Sumedang Hadirkan Listrik Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu
"Kami rutin berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan stakeholder terkait agar proses transisi ini berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan warga. PLN berkomitmen memberikan layanan terbaik demi mendukung pengelolaan energi yang efisien di Kabupaten Sumedang," paparnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo menambahkan, bahwa sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Kolaborasi antara PLN dan Pemerintah merupakan contoh nyata sinergi strategis dengan stakeholder dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Melalui meterisasi PJU, kita tidak hanya mendorong efisiensi, tetapi juga memperkuat transparansi dan tata kelola energi yang modern dan berkelanjutan," jelasnya.
Baca Juga:
PLN Sumedang: Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen di Bulan Ramadan, Wujudkan Kenyamanan Ibadah dan Aktivitas Pelanggan
Lebih lanjut, program ini juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan listrik yang andal, efisien, dan berbasis teknologi.
"Dengan hubungan yang erat antara PLN dan stakeholder, diharapkan percepatan meterisasi PJU dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]