Zaenal juga memberikan apresiasi kepada Kerukunan Wanita Wredatama (Kerta Wredatama) yang telah mempersiapkan penampilan seni selama hampir satu tahun hingga mampu tampil memukau pada acara tersebut.
Menurutnya, tema HUT PWRI tahun ini memiliki makna mendalam bahwa para pensiunan bukanlah beban pemerintah, melainkan aset yang masih memiliki pengalaman, kemampuan, dan potensi besar untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Baca Juga:
Menkeu Pastikan Gaji ke-13 Abdi Negara-Pensiunan Bakal Cair, Ini Besaran dan Jadwalnya
"Tagline Purnatugas Yes, Purnabakti No mengandung arti bahwa kita memang selesai menjalankan tugas sebagai aparatur sesuai ketentuan, tetapi pengabdian kepada masyarakat dan kepada Allah SWT tidak pernah berhenti selama hayat masih dikandung badan," ungkapnya.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, Khairunnas anfa'uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Zaenal menuturkan, banyak anggota PWRI yang hingga kini masih aktif di berbagai organisasi sosial dan keagamaan, seperti PMI, Baznas, Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga kemasyarakatan, hingga organisasi kepemudaan dan olahraga.
Baca Juga:
Pensiunan Kemlu Gugat UU ASN ke MK, Soroti Hilangnya Gaji Pokok PNS di Luar Negeri
Menurutnya, masa pensiun seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Ia juga memaparkan sejumlah program PWRI Kabupaten Sumedang yang telah berjalan, di antaranya pengajian bulanan bekerja sama dengan Baznas yang rutin diikuti sekitar 90 peserta, pembentukan Sekolah Lansia dengan lebih dari 60 peserta, kegiatan senam rutin, hingga program wisata rekreasi bagi para lansia.
"Di Sekolah Lansia, para peserta mendapatkan materi tentang kesehatan, kemandirian, silaturahmi, hingga bagaimana menjalani masa lanjut usia dengan bahagia dan produktif. Alhamdulillah antusiasme peserta sangat baik," jelasnya.