DLHK sebelumnya telah menyebarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Kota Sumedang, Sumedang Selatan, dan Sumedang Utara, agar melakukan kunjungan edukatif ke kawasan Gunung Kunci.
“Alhamdulillah antusiasnya sangat bagus. Banyak sekolah mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA yang berkunjung ke Gunung Kunci,” katanya.
Baca Juga:
Keliru Soal Akar : APBD Bisa Malfungsi
Melihat respons positif tersebut, pada tahun 2026 DLHK Sumedang berencana memperluas penyebaran surat edaran ke seluruh sekolah di Kabupaten Sumedang.
Hal ini bertujuan agar anak-anak dan masyarakat semakin mengenal potensi wisata alam yang berada di tengah kota.
“Masih banyak yang belum tahu, bahkan guru-guru juga banyak yang baru tahu kalau Sumedang punya wisata seperti Gunung Kunci. Padahal sekarang fasilitasnya juga terus kami lengkapi,” ungkap Amel.
Baca Juga:
Fakta Baru Soal Dugaan Korupsi Retribusi Wisata Cibodas, Mantan Kadis DLH Dipanggil Polda Jabar
Beberapa fasilitas yang telah tersedia di kawasan Gunung Kunci antara lain Kafe Kunci serta jogging track yang baru rampung pada Desember 2025.
Jalur jogging track tersebut mengelilingi kawasan gunung sehingga dapat digunakan untuk aktivitas olahraga sekaligus rekreasi.
Meski demikian, Amel mengakui terdapat sejumlah kendala, terutama saat musim hujan. Potensi pohon tumbang dan jalan licin menjadi perhatian utama pengelola.