WAHANANEWS.CO, Sumedang - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada PPPK Paruh Waktu, Satpam, dan Office Boy (OB) di lingkungan PPS, dalam Apel Pagi Lingkup PPS yang digelar di Lapangan Apel Setda Sumedang, Senin (02/03/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Sumedang Dr. Hj. Tuti Ruswati menyampaikan bahwa bantuan sembako tersebut merupakan hasil pengumpulan infak dan sedekah dari para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Baca Juga:
GEKIRA Papua Berikan Paket Sembako kepada 100 Petugas Kebersihan di Kota Jayapura
“Pemberian sembako ini hasil dari infak dan sedekah yang kita kumpulkan. Jadi Bapak dan Ibu, dari gaji dan honor yang diterima, ada 2,5 persen yang disalurkan melalui BAZNAS. Nah, itu kembali lagi kepada kita dalam bentuk sembako kepada yang memang berhak menerimanya,” ujar Tuti.
Ia mengingatkan bahwa 2,5 persen dari rezeki yang diterima merupakan hak orang lain yang wajib ditunaikan.
Momentum bulan Ramadan, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk menginventarisasi harta guna memastikan kewajiban zakat telah terpenuhi, baik zakat fitrah maupun zakat mal.
Baca Juga:
Kepedulian dan Semangat Solidaritas Ditunjukkan Masyarakat Perdagangan, Bantuan Paket Sembako Untuk Korban Banjir di Aceh
“Terkadang kita lupa bahwa sebagian rezeki yang kita terima adalah hak orang lain. Termasuk saya sendiri, kita harus saling mengingatkan.
Di bulan Ramadan ini, mari kita inventarisir harta kita. Ada zakat mal, zakat fitrah, infak, dan sedekah yang harus ditunaikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, zakat mal dikenakan apabila harta telah mencapai nisab yang ditentukan. Untuk emas, misalnya, nisabnya setara 85 gram.
Jika harga emas saat ini mendekati Rp3 juta per gram, maka nilai tersebut harus dikonversikan ke dalam rupiah dan dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.
Begitu pula dengan hasil pertanian, peternakan, perdagangan, tabungan, maupun bentuk harta lainnya yang telah memenuhi ketentuan hisab.
“Pertanian itu ada nisabnya, peternakan juga demikian. Kadang kita punya sawah, punya ternak, tapi lupa terhadap zakat mal.
Padahal zakat itu untuk membersihkan harta kita, walaupun sedikit,” jelasnya.
Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga membawa keberkahan bagi yang menunaikan.
Ia menyampaikan bahwa kesehatan dan kemampuan bekerja merupakan rezeki luar biasa yang patut disyukuri.
“Sepintar apa pun, sekaya apa pun, kalau sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sehat itu rezeki yang sangat luar biasa.
Saya pun kalau tidak sehat, tidak akan mampu menjalankan amanat sebagai Sekda yang cukup berat, amanat dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa zakat, infak, dan sedekah diyakini dapat menolak bala serta menjaga daerah dari musibah.
Selain itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk bekerja dengan ikhlas dan sepenuh hati, terlebih di bulan Ramadan.
“Selama bulan Ramadan, apabila kita bekerja dengan ikhlas, diniatkan sebagai ibadah, maka insyaallah akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat,” pungkasnya.
Penyerahan bantuan sembako tersebut diharapkan dapat meringankan beban para PPPK Paruh Waktu, Satpam, dan OB di lingkungan PPS, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]