Ia menegaskan bahwa daerah yang memiliki akar budaya yang kuat memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif apabila dikelola dengan baik.
"Negara-negara besar yang sukses mengembangkan ekonomi kreatif selalu memiliki akar budaya yang kuat. Amerika berkembang melalui industri film Hollywood, Jepang melalui anime, India melalui Bollywood, dan China melalui industri gim. Dunia saat ini juga sedang mencari kekuatan budaya baru, dan Indonesia, termasuk Sumedang, memiliki potensi yang sangat besar," ujar Teuku Riefky.
Baca Juga:
Dugaan Manipulasi Penarikan Uang Nasabah BPR Tanggo Rajo Tanjabbarat Berlarut, Siapa yang Bertanggungjawab ?
Menurutnya, budaya harus dijaga sebagai warisan, namun juga perlu diolah menjadi kekuatan ekonomi melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi.
Ia menilai kekayaan sejarah Sumedang memiliki banyak cerita yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk ekonomi kreatif seperti komik, novel, film, animasi, gim, merchandise, hingga konten digital yang sesuai dengan karakter generasi muda dan kebutuhan pasar global.
"Storytelling menjadi kunci. Dari sejarah dan budaya bisa lahir komik, novel, film, animasi, gim, merchandise, dan berbagai produk kreatif lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya.
Baca Juga:
Opera Batak Perlu Diselamatkan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Layak Punya Pusat Seni Dunia
Menekraf juga menjelaskan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini memiliki empat indikator utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan sektor ekonomi kreatif, yakni peningkatan investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Ia berharap sinergi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat terus berlanjut guna memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tempat yang sama, Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Raden Lucky Djohari Soemawilaga, mengatakan kunjungan Menekraf RI bersama Ketua Yayasan Cut Nyak Dien menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan historis antara Sumedang dan Aceh.