Menurut Hasbullah, penguatan HAM tidak berarti menghilangkan kedisiplinan di sekolah.
"Kami selalu menyampaikan kepada para guru bahwa menegakkan disiplin bukan berarti melanggar HAM. Disiplin dan HAM bukan dua hal yang bertentangan, justru dapat berjalan beriringan apabila diterapkan dengan aturan dan prosedur yang jelas," tegasnya.
Baca Juga:
Olahraga Jumat Jadi Budaya Sehat di Lingkungan Satpol PP Sumedang
Ia juga mengingatkan para guru agar tidak takut menjalankan fungsi pendidikan selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan disepakati bersama oleh sekolah, siswa, serta orang tua.
"Guru jangan hanya fokus pada administrasi. Yang lebih penting adalah menanamkan nilai moral, karakter, dan kemanusiaan kepada anak-anak karena itulah fondasi pendidikan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H. Hamzah Rukmana mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Baca Juga:
Sambut Libur Sekolah, Tahura Gunung Kunci Sumedang Siap Jadi Destinasi Wisata Keluarga
"Kami memberikan penghargaan kepada IGRA Kabupaten Sumedang yang telah melibatkan seluruh guru RA dalam workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan pengenalan dasar HAM yang menghadirkan narasumber dari Kementerian HAM Republik Indonesia," katanya.
Menurut Hamzah, materi yang diberikan sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang saat ini mulai diterapkan di lingkungan madrasah.
"Nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta sangat sejalan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ini menjadi bekal penting bagi guru dalam membangun karakter peserta didik sejak usia dini," ujarnya.»