WAHANANEWS.CO, Sumedang - Hasil verifikasi pelunasan biaya haji tahap kedua di Kabupaten Sumedang menunjukan bahwa tercatat sebanyak 88 orang jemaah telah menyelesaikan pelunasan.
Hal tersebut disampaikan H. Agus selaku Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumedang H. Agus saat ditemui di kantornya, Senin (12/01/2026).
Baca Juga:
Mojang Jajaka Sumedang Ajak Generasi Muda Aktif Lewat Rumah Imperium Gathering
la menjelaskan, jemaah yang telah melunasi tersebut terdiri dari kuota reguler prioritas lansia serta para pendamping, baik pendamping lansia maupun pendamping dari kuota cadangan.
"Secara total ada 88 orang yang sudah melaksanakan pelunasan pada tahap kedua ini," ujar H. Agus.
Namun demikian, terdapat dua orang jemaah yang sebenarnya telah dinyatakan istithaah (mampu secara kesehatan), tetapi belum dapat melakukan pelunasan. Menurut H. Agus, kendala yang dialami keduanya berbeda.
Baca Juga:
Netflix Rilis Daftar Lengkap Film dan Serial Lokal yang Tayang Tahun 2026
"Yang pertama batal atau menunda karena alasan ekonomi, sedangkan yang satu lagi sebenarnya sudah siap semuanya, hanya terlambat datang ke bank penerima setoran. Saat itu diperkirakan pukul 15.30 WIB sehingga bank sudah tutup. Mudah-mudahan jika ada kesempatan dibuka kembali, tinggal melakukan pembayaran," jelasnya.
H. Agus juga menerangkan bahwa kuota haji Kabupaten Sumedang berasal dari alokasi Provinsi.
Pihaknya hanya menjalankan mekanisme pengisian kuota cadangan untuk menutup kekosongan yang ada, termasuk dari jemaah yang meninggal dunia.
"Kuota itu datang dari Provinsi, kami hanya menjalankan. Cadangan kami klasifikasikan karena kondisi jemaah berbec beda, ada yang siap, ada yang kurang siap, bahkan ada yang tidak siap, meskipun kuotanya sedikit," katanya.
la menambahkan, pihak Kemenag Kabupaten Sumedang tidak dapat memaksa jemaah untuk melakukan pelunasan.
Peran Kemenag lebih kepada memberikan informasi, edukas serta arahan agar jemaah dapat berupaya maksimal dalam memenuhi kewajiban pelunasan biaya haji.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada jemaah yang sudal melaksanakan pelunasan. Kami juga tidak bisa menekan, har memberikan edukasi dan arahan bagaimana upaya-upaya yan bisa dilakukan. Alhamdulillah ada pergerakan, ada yang bisa memenuhi, ada juga yang belum," ungkapnya.
Menurut H. Agus, hasil akhir dari upaya tersebut tidak dapat diprediksi dan sepenuhnya diserahkan kepada kehendak Allah SWT.
"Kalau usaha sudah maksimal, kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Mungkin inilah yang disebut istithaah dalam ibadah haji," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]