Budi menjelaskan, pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan penanganan pertama terhadap cedera olahraga.
Menurutnya, penanganan awal menjadi faktor yang sangat menentukan proses pemulihan atlet.
Baca Juga:
Targetkan Beroperasi Akhir Tahun 2026, PLN, Pemerintah, dan Masyarakat Percepat Pembangunan SUTT 150 kV Palu 3–Tambu
"Penanganan pertama terhadap cedera adalah hal yang paling menentukan. Setelah atlet dibawa ke rumah sakit tentu sudah ada dokter yang menangani lebih lanjut. Namun, tindakan awal justru dilakukan oleh tenaga medis yang berada di masing-masing cabang olahraga. Karena itu kami memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kompetensi mereka," ungkapnya.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hampir mencapai 100 persen kehadiran.
Budi berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi seluruh tenaga medis cabang olahraga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada atlet, khususnya menjelang Porprov Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Baca Juga:
Sengketa Tanah di Komplek Sentrum, PN Sidikalang Gelar Sidang Lapangan
"Dengan pelatihan ini kami berharap seluruh tenaga medis memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sehingga dapat memberikan penanganan cepat dan tepat apabila terjadi cedera saat latihan maupun pertandingan. Semoga ini menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan atlet Sumedang dalam meraih prestasi di Porprov Jawa Barat 2026," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]