"Pada awal program, masih ada tenaga pendidik yang kemampuan digitalnya terbatas. Setelah mendapatkan pendampingan dari Alumni Pejuang Digital, kemampuan tersebut mengalami peningkatan yang cukup baik," jelasnya.
Selain meningkatkan kompetensi digital, program ini juga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri para tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.
Baca Juga:
Tahun Ini, Kemendikdasmen Target Revitalisasi 71.744 Gedung Sekolah
"Kepercayaan diri guru meningkat. Dampaknya juga dirasakan oleh peserta didik yang menjadi lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Proses belajar menjadi lebih hidup dan benar-benar berpusat pada siswa," tambahnya.
Eka menuturkan, materi yang diberikan selama program disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah.
Para Alumni Pejuang Digital terlebih dahulu melakukan komunikasi dan diskusi dengan pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang perlu ditingkatkan.
Baca Juga:
Abdul Fikri Faqih Ingatkan Ancaman Krisis Guru akibat Penghapusan Non-ASN
"Selama satu minggu pertama mereka melakukan observasi, komunikasi, dan diskusi dengan sekolah. Setelah itu baru menyusun langkah-langkah pendampingan sesuai kebutuhan sekolah masing-masing. Namun esensi utamanya tetap bagaimana mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan," ungkapnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap transformasi digital di sektor pendidikan dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, serta menciptakan peserta didik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]