WAHANANEWS.CO, Sumedang - Asosiasi Profesi Keahlian Sejenis (APKS) Kabupaten Sumedang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergi Lintas Jenjang KKG, MGMP dan IGTKI dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan di Kabupaten Sumedang” di Aula Tampomas IPP Setda Sumedang, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema besar, “Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” dan dihadiri oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Dr. Eka Ganjar Kurniawan, serta Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H. Pepen Supendi.
Baca Juga:
Ruang Publik Pemkab Sumedang Kini Dilengkapi Fasilitas Olahraga, Warga Antusias Manfaatkan Jogging Track
Ketua APKS Kabupaten Sumedang, Wandani Wibawa, dalam sambutannya menjelaskan bahwa APKS merupakan organisasi di bawah naungan PGRI yang berfokus pada peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan pengembangan karya guru.
“Fungsi APKS adalah memfasilitasi pengembangan kompetensi dan karya guru. Melalui FGD ini, kami ingin membangun sinergitas lintas jenjang, mulai dari IGTKI, KKG, hingga MGMP, dalam mewujudkan transformasi pendidikan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 185 peserta yang berasal dari unsur IGTKI, KKG SD Kecamatan, KKG PAI, KKGO/KKG PJOK, MGMP seluruh mata pelajaran jenjang SMP dan SMA, serta para pengurus MGMP.
Baca Juga:
Kebahagiaan Orang Tua Warnai Pelantikan PNS di Sumedang
Menurutnya, FGD ini menjadi momentum penting karena melibatkan seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.
“Kami berharap diskusi ini melahirkan pandangan dan gagasan baru untuk mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Sumedang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H Pepen Supendi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena memperlihatkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Menurutnya, PGRI tidak hanya berjuang dalam aspek kesejahteraan guru, tetapi juga dalam peningkatan kualitas dan profesionalisme pendidik.
Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan memperkuat kolaborasi antarjenjang pendidikan.
Bupati Sumedang bersalaman dengan para peserta usai membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Tampomas Setda PPS.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, mengapresiasi inisiatif PGRI dan APKS dalam menyelenggarakan FGD tersebut.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi.
“Di era sekarang, perubahan terjadi sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Dunia sudah tanpa batas. Karena itu, kolaborasi lintas jenjang dan penguatan karakter menjadi kunci,” ujarnya.
Ia memaparkan tiga modal utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, yakni modal sumber daya manusia (SDM), modal sosial, dan modal otoritas profesional.
Dari sisi SDM, guru harus terpenuhi secara kuantitas dan terus ditingkatkan kualitasnya.
Dari sisi sosial, diperlukan komunikasi yang kuat antara guru dan orang tua sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam pendidikan.
Sedangkan dari sisi profesional, guru dituntut memiliki kemampuan mendidik, memimpin, dan menginspirasi.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Dengan kolaborasi dan penguatan tiga modal tersebut, kualitas pendidikan di Sumedang akan meningkat,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menekankan pentingnya silaturahmi dan niat yang lurus dalam setiap aktivitas, termasuk dalam upaya membangun pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan, kekuatan lahir batin, dan kelancaran dalam menjalankannya,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai setiap momentum sebagai bagian dari pengabdian dan peningkatan kualitas diri.
Menurutnya, transformasi pendidikan harus dimulai dari penguatan karakter, integritas, dan komitmen bersama.
“Kita harus terus berkomitmen menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Pendidikan yang maju lahir dari guru-guru yang memiliki niat tulus, profesionalisme, dan semangat kolaborasi,” pungkasnya.
Melalui FGD tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antarorganisasi profesi pendidikan di Kabupaten Sumedang, sehingga mampu mendorong terwujudnya transformasi pendidikan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]