WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidikan Guru RA/Madrasah se-Kabupaten Sumedang yang digelar di GOR Tadjimalela, Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia Kabupaten Sumedang ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua PW PGMI Jawa Barat Hasbulloh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat H. Dudu Rohman, serta para narasumber nasional seperti DR. KH. Maman Imanulhaq anggota DPR RI Komisi VIII, serta Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Prof. Dr. Nyanyu Khodijah.
Baca Juga:
174 PNS Formasi 2024 Resmi Diambil Sumpah, Bupati Sumedang Tekankan Rasa Syukur dan Tanggung Jawab
Ketua PD PGMI Kabupaten Sumedang, Budi Arista Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus peningkatan kompetensi bagi para guru madrasah.
“Alhamdulillah kegiatan silaturahmi akbar dan seminar pendidikan ini dapat terlaksana dengan baik. Peserta yang hadir mulai dari guru RA, MI, MTs hingga MA se-Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran berbagai pihak, mulai dari Kementerian Agama tingkat kabupaten hingga pusat, serta anggota DPR RI, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan madrasah.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
“Harapannya melalui kegiatan ini terjalin sinergi antara PGMI, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama, sekaligus meningkatkan kompetensi guru madrasah melalui seminar yang dilaksanakan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Dony Ahmad Munir dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam memajukan pendidikan, khususnya pendidikan agama di tengah masyarakat.
“Hari ini adalah momen istimewa, di mana kita menyatukan pikiran, hati, dan energi untuk bersama-sama memajukan pendidikan, khususnya pendidikan agama,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan pembelajaran, seperti seminar, workshop, dan pelatihan.
“Jadikan setiap kegiatan sebagai ruang untuk belajar. Dari sanalah kita mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan hikmah yang bermanfaat,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kompetensi seorang guru tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman, integritas, dan jaringan.
“Guru yang kompeten harus memiliki integritas dan karakter yang kuat, serta jaringan yang luas. Karena jaringan kerja adalah aset berharga dalam pengembangan diri,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran guru madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]