WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, secara resmi membuka ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 di Stadion Ahmad Yani pada Sabtu (02/05/2026).
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), para kepala sekolah, serta ratusan peserta dari seluruh Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Hari Jadi Sumedang ke-448, Bupati hingga Sekda Pimpin Ziarah Makam Leluhur
Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta yang mengikuti ajang talenta tersebut.
Ia meyakini kegiatan ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi perkembangan siswa.
“Saya meyakini kegiatan ini akan memberikan makna, manfaat, dan dampak luar biasa bagi siswa-siswi di Kabupaten Sumedang. Ini menjadi ruang bagi anak-anak kita untuk menampilkan dan mengembangkan potensi, mengasah keterampilan, serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi,” ujarnya.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Pimpin Upacara Hari Jadi ke-448, Kenakan Pakaian Adat Sunda
Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, khususnya dalam menumbuhkan jiwa sportivitas di kalangan pelajar.
Ia menegaskan pentingnya semangat berlatih, berkarya, dan berprestasi sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Kegiatan ini akan menginspirasi anak-anak untuk terus berlatih, terus berkarya, dan terus berprestasi. Dengan cara seperti ini, insya Allah kita bisa membangun SDM yang berkualitas sekaligus melestarikan olahraga, seni, budaya, dan kreativitas,” tambahnya.
Bupati juga menekankan bahwa kompetisi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.
Melalui persaingan yang sehat, siswa dapat mengenali kelebihan dan kekurangan diri, sekaligus belajar dari peserta lainnya.
“Tidak akan ada kemajuan tanpa kompetisi. Dengan mengikuti kegiatan ini, anak-anak akan mengetahui kemampuan diri dan termotivasi untuk terus meningkatkan kualitasnya,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh semangat juang, tanpa melupakan nilai sportivitas.
Ia juga menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengharumkan nama Sumedang di tingkat provinsi hingga nasional.
“Yang paling berharga adalah pengalaman. Dalam setiap pertandingan mungkin ada yang menang dan kalah, tetapi bagi saya, semua adalah pemenang,” pungkasnya.
Ajang OSN, O2SN, FLS3N, dan FTBI ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menggali potensi pelajar serta mencetak generasi muda Sumedang yang unggul, kreatif, dan berprestasi di berbagai bidang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]