Menurutnya, Hari Pers Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi atas peran pers dalam mengawal demokrasi dan pembangunan bangsa.
“Memasuki usia 80 tahun, PWI dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi hingga maraknya hoaks. Oleh karena itu, peningkatan kualitas wartawan melalui penguatan kode etik dan kompetensi menjadi hal yang mutlak,” tegasnya.
Baca Juga:
Sumedang Walker Meriahkan HUT ke-22 SMANTISU, Dibuka Langsung Bupati Sumedang
Sementara itu, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers atas kerja keras, dedikasi, serta peran strategisnya dalam kehidupan demokrasi.
“Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi memiliki fungsi luar biasa sebagai pilar demokrasi, penjaga kebenaran, dan penyeimbang kekuasaan,” ujar Bupati.
Ia menilai tema Hari Pers Nasional 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sangat relevan dengan tantangan saat ini.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Bahas Pencegahan dan Mitigasi Bencana dalam Rakor Forkopimda
Menurutnya, pers yang sehat adalah pers yang menjunjung tinggi etika, berimbang, bertanggung jawab, serta cepat namun tetap akurat dalam menyampaikan informasi.
“Pers yang sehat itu kritis, tetapi tetap konstruktif. Cepat menyampaikan informasi, tetapi tidak mengorbankan akurasi,” katanya.
Bupati juga menekankan bahwa ekonomi yang berdaulat lahir dari bawah, ditopang oleh UMKM dan kreativitas lokal.