"Pancasila adalah fondasi bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik," ujar Dony saat membacakan amanat tersebut.
Indonesia, lanjutnya, terus menunjukkan peran dan kepemimpinan nyata dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Baca Juga:
Usai Resmikan TK Negeri Sartika, Bupati Sumedang Tinjau Hasil Rehabilitasi SDN Sempora di Buahdua
Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi berbagai konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas merupakan implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
"Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan sosial bagi seluruh umat manusia," katanya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus tetap berlandaskan arah moral yang kuat.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Resmikan TK Negeri Sartika di Buahdua, Dukung Peningkatan Pendidikan Anak Usia Dini
Karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari.
"Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, dalam semangat gotong royong, dalam penghormatan terhadap perbedaan, serta dalam keberpihakan kepada rakyat. Jangan biarkan ada warga yang merasa ditinggalkan dalam perjalanan pembangunan bangsa," ujarnya.
Menutup amanatnya, seluruh masyarakat Indonesia diajak untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.