WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri puncak Milangkala Kecamatan Cisarua ke-25 sekaligus meresmikan dan menyerahkan kunci rumah relokasi bagi warga terdampak pergerakan tanah di Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumedang, Kepala Dinas Perkimtan, Camat Cisarua, unsur TNI-Polri (Danposramil dan Kapolsek Cisarua), Pemerintah Desa Cisalak, serta para penerima manfaat relokasi.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri dan Beri Pengarahan pada Pelantikan Pengurus DPC APKESMI Sumedang 2026-2031
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen hadir dalam penanganan warga terdampak bencana, khususnya relokasi dari kawasan rawan pergerakan tanah.
“Kami bersama Wakil Bupati, Sekda, dan Dinas terkait menyusulkan empat rumah relokasi bagi warga terdampak bencana tahun lalu. Pemerintah melakukan pembebasan lahan sekaligus pembangunan rumah untuk masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, program relokasi ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya tinggal di wilayah rawan bencana.
Baca Juga:
94 Calon Jemaah Haji Asal Sumedang Resmi Dilepas Bupati Dony Ahmad Munir
“Warga yang sebelumnya tinggal di lokasi rawan sekarang sudah bisa pindah ke rumah baru yang lebih aman. Ini solusi agar masyarakat tidak lagi khawatir terhadap potensi bencana,” tambahnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melanjutkan program relokasi serupa di wilayah rawan lainnya secara bertahap sesuai perencanaan dan ketersediaan lahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang, Marlina, mengatakan bahwa empat unit rumah relokasi telah selesai dibangun dan resmi diserahkan kepada warga penerima manfaat.
“Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan kunci kepada empat rumah relokasi korban pergerakan tanah di Desa Cisalak. Rumah sebelumnya berada di lokasi rawan longsor dan tidak boleh ditempati lagi demi keselamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, rumah lama nantinya akan dibongkar dan dialihfungsikan menjadi area hijau dengan penanaman pohon keras untuk mengurangi risiko bencana.
Menurut Marlina, rumah relokasi yang dibangun memiliki tipe 36 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, serta fasilitas dasar lainnya yang masih dapat dikembangkan oleh penghuni sesuai kebutuhan.
“Kami juga sudah mengingatkan agar administrasi kependudukan para penerima disesuaikan dengan alamat baru,” katanya.
Ia menyebutkan, selain empat rumah yang telah diserahkan, satu unit rumah tambahan akan dibangun pada 2027 di lahan yang sudah disiapkan di sekitar lokasi relokasi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sumedang juga akan terus memperkuat penanganan rumah pascabencana melalui kolaborasi dengan BPBD, termasuk dalam proses kajian kelayakan dan penentuan jenis penanganan, baik relokasi maupun rehabilitasi.
“Ke depan penanganan rumah pascabencana akan lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan masyarakat bisa lebih tenang serta aman,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]