Terkait tenaga pendidik, Eka menjelaskan untuk sementara jabatan kepala sekolah masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) sambil menunggu proses pengangkatan kepala sekolah definitif. Adapun tenaga pengajar berasal dari beberapa TK di wilayah Kecamatan Buahdua.
Ia juga mengungkapkan, nama "Sartika" tetap dipertahankan sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang sebelumnya telah mendirikan Kober Sartika di lokasi tersebut.
Baca Juga:
Usai Resmikan TK Negeri Sartika, Bupati Sumedang Tinjau Hasil Rehabilitasi SDN Sempora di Buahdua
"Ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah merintis pendidikan anak usia dini di sini. Karena itu, nama Sartika tetap digunakan dan kini menjadi TK Negeri Sartika," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya fasilitas pendidikan tersebut.
Menurutnya, kehadiran TK Negeri Sartika merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Baca Juga:
Forum UMKM Sumedang Mantapkan Pengurus dan Korcam Lewat Pelatihan Manajerial Bersama CCEP Indonesia
"Kita patut bersyukur karena hari ini hadir sebuah tempat yang sangat penting untuk menyiapkan masa depan anak-anak. Pendidikan usia dini merupakan investasi terbaik dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan berkualitas," ungkapnya.
Bupati mengatakan keberadaan TK Negeri Sartika menjadi kebanggaan masyarakat Ciawitali, terlebih lokasinya berada di wilayah perbatasan Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Indramayu.
Ia mengapresiasi sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Kecamatan Buahdua, Pemerintah Desa Ciawitali, serta seluruh masyarakat yang bergotong royong mulai dari penyediaan lahan hingga terwujudnya pembangunan sekolah tersebut.