WAHANANEWS.CO, Sumedang - Seorang jemaah haji asal Dusun Kebonkopi, Desa Sukaraja, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bernama Hasanah yang tergabung dalam Kloter 29 KJT membagikan kisah perjalanan ibadahnya setibanya di Kota Suci Makkah, Arab Saudi, Minggu (17/05/2026).
Hasanah mengungkapkan, dirinya bersama rombongan jemaah haji tiba di Bandara Abdul King Aziz Jeddah sekitar pukul 22.20 waktu setempat.
Baca Juga:
Calon Jemaah Haji Sumedang Kloter 29 KJT Resmi Berangkat ke Arab Saudi
Setelah menjalani perjalanan panjang dan proses administrasi, rombongan kemudian diberangkatkan menuju hotel di kawasan Misfalah, Makkah Al-Mukarramah.
“Setibanya di Bandara Jeddah sekitar pukul 22.20 waktu setempat, kemudian kami menuju hotel dan sampai sekitar pukul 03.00 dini hari. Setelah itu dilakukan pemeriksaan paspor. Salat Magrib dan Isya kami laksanakan dengan cara qasar,” ujar Hasanah.
Ia menuturkan, setelah seluruh proses selesai, para jemaah diangkut menggunakan bus menuju Hotel Hasan Salim Al Jafri di daerah Misfalah dan tiba sekitar pukul 04.00 dini hari waktu Makkah.
Baca Juga:
94 Calon Jemaah Haji Asal Sumedang Kloter 29 KJT Bertolak dari Asrama Embarkasi Indramayu Menuju BIJB Kertajati
Pada Jumat pagi, para jemaah mulai beristirahat untuk memulihkan kondisi.
Selanjutnya pada sore hari sekitar pukul 16.00 waktu setempat, Hasanah bersama rombongan melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram.
“Saya mengikuti rombongan jemaah KBIHU Multazam bersama Bapak KH Asep Fuad. Sementara saya sendiri bergabung dengan jemaah KBIH Bina Insan sebagai jamaah mandiri,” katanya.
Hasanah menjelaskan, rombongan berangkat dari Hotel Hasan Salem Al-Jafre nomor 813 sekitar pukul 14.30 waktu Makkah.
Perjalanan menuju Masjidil Haram difasilitasi menggunakan Bus Shalawat nomor 21 menuju Terminal Ajyad, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Gate King Abdul Aziz.
Selain melaksanakan umrah wajib, Hasanah juga mengikuti berbagai rangkaian ibadah sunnah di Masjidil Haram.
Pada dini hari, ia bersama jemaah lainnya kembali menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan qiyamul lail, thawaf sunnah, dan salat Subuh berjamaah.
“Rangkaian kegiatan biasanya tergantung masing-masing KBIH. Umumnya jemaah memilih ke Masjidil Haram pada malam hari untuk thawaf sunnah, salat malam, dan salat Subuh berjamaah,” ungkapnya.
Suasana khusyuk dan penuh haru dirasakan Hasanah selama berada di Tanah Suci. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar serta diberikan kesehatan hingga kembali ke tanah air.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]