“Kami dari Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Sumedang dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tari Umbul merupakan warisan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan. Bahkan ke depan mudah-mudahan dapat diusulkan menjadi warisan budaya dunia,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan peserta didik dalam pasanggiri ini menunjukkan bahwa proses pewarisan budaya kepada generasi muda mulai berjalan dengan baik.
Baca Juga:
Resmi Dibuka,Bupati Karo Lepas Peserta Kontingen Mobil Hias Festival Bunga Buah
“Ini bukan sekadar festival atau perlombaan, tetapi merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda agar bangga menjadi orang Sumedang, bangga menjadi warga Jawa Barat, dan bangga menjadi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Budi Akbar menilai, pelestarian budaya memiliki dampak yang sangat luas, mulai dari penguatan karakter, peningkatan rasa nasionalisme dan patriotisme, hingga memberikan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata.
“Jika kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin, tentu akan menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan ke Sumedang. Inilah yang disebut sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Baca Juga:
Warisan Budaya Pacu Kuda Sumba Siap Angkat NTT ke Panggung Sport Tourism Internasional
Ia berharap Pasanggiri Tari Umbul dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan lembaga pendidikan lainnya untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
“Warisan budaya adalah harga diri bangsa. Karena itu, harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, kita sedang mencetak generasi unggul yang memiliki karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya bangsa,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]