Ia juga menyampaikan informasi kewaspadaan berdasarkan laporan BMKG yang diterima melalui Kepala BPBD, di mana gelombang laut di wilayah pantai mencapai ketinggian sekitar empat meter, serta curah hujan yang masih cukup tinggi di sejumlah daerah sehingga membutuhkan kehati-hatian dan kesiapsiagaan bersama.
Usai doa dan tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan Gembrong Liwet atau makan bersama. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur, sekaligus pembeda dari perayaan tahun sebelumnya yang diwarnai dengan kembang api dan selebrasi.
Baca Juga:
Baznas Sumedang Buka Booth Donasi Bencana Alam Sumatera di Momentum Hari Amal Bakti ke-80
“Kesederhanaan tahun ini justru mengandung banyak makna. Melalui kebersamaan makan bersama, diharapkan dapat mempererat persaudaraan, memperkuat soliditas dan konsolidasi, serta meningkatkan komunikasi. Tahun depan kolaborasi harus lebih ditingkatkan lagi,” pungkas Sekda.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]