Selain itu, kata dia, diskusi juga menyoroti dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Melonjaknya kenaikan dolar terhadap rupiah secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap seluruh segmen kebutuhan dasar masyarakat, termasuk masyarakat di desa,” ungkapnya.
Baca Juga:
Singgung Peredaran Obat Tipe G Jelang Ramadhan, Anim Imamuddin Ajak Warga Kolaborasi
Atang menambahkan, materi yang disampaikan Adian Napitupulu dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mendapat respons positif dari peserta diskusi.
“Dua jam durasi diskusi terasa sangat cepat karena cara penyampaiannya menarik dan mudah dimengerti,” katanya.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang untuk mengukuhkan sejumlah badan dan sayap partai di tingkat kabupaten.
Baca Juga:
Tour of Duty Fraksi PDI-P, Lima Belas Anggota DPR Dirotasi
Beberapa badan partai yang dikukuhkan di antaranya Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) yang dipimpin Dadang Kusna, Badan Ekonomi Kreatif dipimpin Yadi Mulyadi, Baitul Muslimin Indonesia dipimpin KH Eman Sulaeman, Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat dipimpin Dahlia Sobana, Badan Penanggulangan Bencana dipimpin Deasy, Badan Saksi Pemilu Nasional dipimpin Dede Juariyah, serta Badan Kebudayaan Nasional yang dipimpin Abah Akok.
Sementara untuk organisasi sayap partai, Relawan Perjuangan Demokrasi diketuai Dimpu Silaban. Adapun beberapa sayap organisasi lainnya masih dalam proses pembentukan dan pengukuhan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]