WAHANANEWS.CO, Sumedang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih akan berlangsung hingga bulan Maret 2025, meskipun dengan intensitas yang fluktuatif, mulai dari hujan lebat hingga jeda tanpa hujan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana, saat ditemui di sela kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang, Rabu (7/1/2025).
Baca Juga:
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Guyur Jabodetabek hingga Awal 2026
Lebih lanjut, Surdi mengungkapkan, dari sektor kesehatan, terdapat sejumlah hal yang perlu diwaspadai masyarakat selama musim hujan.
Selain meningkatkan risiko penyakit, kondisi cuaca ekstrem juga berpotensi menimbulkan bencana alam.
“Sumedang termasuk wilayah rawan bencana meteorologi, yakni bencana yang berkaitan dengan cuaca dan air seperti longsor, banjir, puting beliung, dan lainnya. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih siaga, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana,” ujarnya.
Baca Juga:
Ancaman Siklon 93S, Warga Bali Diminta Siapkan Tas Siaga
Selain ancaman bencana, musim hujan juga berpengaruh terhadap meningkatnya sejumlah penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), influenza, flu, serta penyakit lain yang dipicu oleh perubahan cuaca.
“Penyakit yang dipengaruhi cuaca cenderung meningkat di musim hujan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk melaksanakan Gerakan Jumat Bersih dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah DBD,” jelas Surdi.
Untuk mencegah penyakit influenza, termasuk yang saat ini dikenal sebagai “super flu”, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup serta menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.