WAHANANEWS.CO, Sumedang - Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, H. Dadang Setiawan, memberikan sambutan dalam kegiatan Open Visit Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Tahun 2026.
Diikuti ratusan siswa SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten Sumedang. Bertempat di Lapangan Dome Kampus 1 UPI Sumedang, Sabtu (14/02/2026).
Baca Juga:
Ribuan Peserta dari Berbagai Daerah Hadiri Gebyar Scout Spensa XIX 2026 di Sumedang
Dalam sambutannya, H. Dadang Setiawan menyampaikan bahwa kehadiran UPI Kampus Sumedang memiliki dampak besar terhadap pembangunan manusia dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sumedang.
“Kehadiran Kampus UPI Sumedang sangat berdampak terhadap pembangunan manusia di Kabupaten Sumedang. Ini bagian penting dalam meningkatkan IPM,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Sumedang berada pada angka 8 tahun 9 bulan, atau rata-rata lulusan setingkat SMP.
Baca Juga:
SMAN 3 Sumedang Rayakan HUT ke-22, Kepala Sekolah: Ini Hari Puncak dengan Tema “Melesat”
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah melalui bidang pendidikan terus mendorong masyarakat agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, ia juga memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah sarjana di Kabupaten Sumedang pada tahun 2024 sebanyak 65,33 ribu orang dari total penduduk sekitar 1,2 juta jiwa. Menurutnya, angka tersebut perlu terus ditingkatkan.
“Anak-anak SMA, MA, dan SMK jangan berhenti di jenjang menengah. Harus punya mimpi besar untuk melanjutkan kuliah, termasuk di UPI Sumedang,” katanya.
Dadang berharap melalui kegiatan Open Visit ini, para siswa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai program studi, keunggulan, dan peluang yang ada di UPI Sumedang, sehingga mampu menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia juga menyinggung terbitnya Permendiknas Nomor 1 Tahun 2026 tentang standar proses yang menekankan perubahan paradigma pembelajaran, khususnya penerapan deep learning dengan pendekatan meaningful learning dan joyful learning.
Menurutnya, mahasiswa calon guru harus mulai beradaptasi dengan pola pembelajaran tersebut, termasuk kesiapan disiplin waktu.
Ia bahkan mengusulkan agar perkuliahan membiasakan jam masuk lebih pagi sebagai latihan sebelum terjun mengajar di sekolah.
“Supaya nanti saat praktik mengajar di satuan pendidikan sudah siap dan beradaptasi dengan ritme sekolah,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Dadang menyampaikan apresiasi kepada UPI Sumedang atas komitmennya membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Sumedang.
“Atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, kami mengucapkan terima kasih kepada UPI yang telah memberikan peluang dan semangat bagi anak-anak Sumedang untuk melanjutkan kuliah,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]