“Di barcode itu sudah tertera pilihan tarif untuk dewasa dan anak-anak. Alhamdulillah, setiap minggu saat kotak kejujuran dibuka selalu ada isinya. Artinya, masyarakat Sumedang sudah paham dan jujur,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan sistem kotak kejujuran dan pembayaran non-tunai tersebut berjalan konsisten tanpa selisih.
Baca Juga:
Seleksi ASN Berprestasi Kabupaten Sumedang 2026 Masuki Tahap Akhir, Gali Potensi dan Cetak Kader Pembangunan Daerah
Baik melalui kotak kejujuran maupun barcode, pemasukan selalu tercatat setiap minggu.
Terkait akses keluar-masuk pengunjung, Amalia menjelaskan bahwa pengunjung cafe diperbolehkan masuk ke kawasan Tahura melalui jalur tersebut, begitu pula sebaliknya.
“Pengunjung yang masuk lewat cafe boleh keluar melalui pintu masuk, dan yang masuk lewat pintu depan juga boleh keluar lewat cafe. Namun, jika masuk dari pintu depan, tetap wajib membeli tiket,” pungkasnya.
Baca Juga:
Tiket Murah, Fasilitas Dibangun Lebih Baik: Tahura Gunung Kunci dan Palasari Siap Sambut Pengunjung
[Redaktur: Ajat Sudrajat]