WAHANANEWS.CO, Sumedang - Suasana penuh antusias terlihat di kampus SD Ar Rafi’ BHS Sumedang saat para orang tua murid dengan serius menyaksikan penampilan sekaligus hasil karya anak-anak mereka dalam kegiatan Exhibition 2026.
Acara ini menjadi ajang unjuk kreativitas siswa sekaligus ruang apresiasi atas proses pembelajaran yang telah mereka jalani.
Baca Juga:
Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Resmikan Sistem Cerdas AI-IoT Pemantauan Lingkungan di SD Telaga Cendekia
Bertempat di kampus SD Ar Rafi' BHS Sumedang gelar Exhibition 2026. Kamis, 30/04/2026.
Ketua panitia juga selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Erni Rohayani, menjelaskan bahwa kegiatan exhibition merupakan bentuk gelar karya dari materi yang telah dipelajari siswa di kelas.
“Exhibition ini adalah gelar karya dari pembelajaran yang sudah dilakukan. Di antaranya seperti materi Tata Surya, gerhana, hingga miniatur pembangkit listrik,” ujarnya.
Baca Juga:
Puncak HUT SMAN 2 Sumedang Berlangsung Meriah, Hadirkan Para Tokoh dan Luncurkan Program Lingkungan
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga bagian dari ujian praktik, khususnya bagi siswa kelas 6.
“Exhibition ini sekaligus menjadi ujian praktik yang dikemas dalam satu rangkaian kegiatan. Tujuannya untuk melatih kreativitas, keberanian, dan kemampuan komunikasi anak-anak,” tambahnya.
Menurut Erni, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan kedua exhibition yang digelar langsung di lingkungan sekolah dengan melibatkan orang tua murid.
“Sebelumnya kegiatan serupa dikemas dalam bentuk assembly di luar sekolah. Namun sejak tahun lalu, kami menghadirkan exhibition di sekolah agar orang tua bisa langsung terlibat dan menyaksikan perkembangan anak-anak,” jelasnya.
Ke depan, pihak sekolah berencana mempertahankan konsep ini dengan berbagai peningkatan kualitas.
“Kami berharap anak-anak memiliki karakter yang kuat, kreativitas tinggi, dan percaya diri saat tampil di depan publik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SD Ar Rafi’ BHS Sumedang, Diny Siti Hardianty, menyampaikan bahwa kegiatan exhibition tahun ini memiliki keunikan karena dipadukan dengan ujian praktik beberapa mata pelajaran.
“Exhibition ini menjadi bagian dari rangkaian akhir kegiatan pembelajaran. Hari ini anak-anak tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menjalani ujian praktik secara bersamaan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penggabungan ini dilakukan untuk mengurangi tekanan yang biasanya dirasakan siswa saat menghadapi ujian.
“Jika ujian dilakukan satu per satu, tekanan bagi anak-anak cukup besar. Dengan konsep ini, mereka menjalani ujian dalam suasana yang lebih menyenangkan dan suportif,” katanya.
Lebih jauh, Diny menggambarkan exhibition sebagai “ruang cerita” yang menghadirkan beragam pengalaman dari setiap siswa.
“Di sini akan lahir banyak cerita, sesuai dengan jumlah anak dan orang tua yang hadir. Setiap anak memiliki proses panjang hingga sampai pada tahap ini, mulai dari diskusi, latihan, hingga pemecahan masalah,” jelasnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk hadir bukan sebagai penilai, melainkan sebagai pendukung utama bagi anak-anak.
“Hari ini bukan tentang menilai, tetapi tentang memberikan dukungan. Anak-anak adalah ‘artis’ kita hari ini. Tepuk tangan dan apresiasi dari orang tua sangat berarti bagi mereka,” tuturnya.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan presentasi siswa yang menunjukkan hasil pembelajaran mereka.
Orang tua tampak terlibat aktif, memberikan dukungan dan apresiasi, menciptakan suasana hangat dan penuh kebanggaan.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat terus menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, percaya diri, dan memiliki karakter kuat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]