Hal tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap budidaya anggur.
“Banyak daerah-daerah yang sekarang sudah mulai bergabung ke asosiasi. Tahun ini saja hampir enam DPD yang bergabung dengan asosiasi,” kata Ocan.
Baca Juga:
Horas Bangso Batak Hadir di Jawa Timur, Siap Gelar Pelantikan 30 Agustus 2025
Ia menilai pengembangan budidaya anggur perlu dilakukan secara masif dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Kalau kita mau mengembangkan anggur secara masif, mau tidak mau kita harus bekerja sama dengan pemerintah. Kalau tanpa kerja sama dengan pemerintah, anggur itu hanya skala hobi saja, tidak akan masif. Harus ada bantuan program-program,” tegasnya.
Ocan menyebut beberapa daerah yang baru bergabung dengan ASPAI, di antaranya Gorontalo, wilayah Sulawesi, Sumatera, Sukabumi, serta Majalengka.
Baca Juga:
DPD KAI Provsu Gelar Musda ke-IV, Ini Pesan Menohok Ketum DPP KAI
Sumedang Dinilai Punya Potensi Budidaya Anggur
Terkait potensi budidaya anggur di Sumedang, Ocan menyebut daerah tersebut memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas anggur. Sejumlah kebun anggur di Sumedang bahkan telah menunjukkan hasil yang baik.
“Untuk di Sumedang sendiri sebenarnya banyak yang cocok. Datarannya juga cocok dan sekarang sudah mulai masif. Ada beberapa kebun yang sudah berhasil di Sumedang, seperti Amira dan Lenjer di Pamulihan. Itu ada beberapa kebun yang sangat sukses,” ujarnya.