Ia menilai, pohon bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi sebagai warisan untuk masa depan.
“Saya berharap pemerintah Sumedang dengan segala kewenangan dan kebijakannya menggelorakan lagi kepada masyarakat untuk gemar menanam pohon. Karena pohon itu bukan untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” ujarnya.
Baca Juga:
Hadapi Musim Hujan hingga Maret, Dinkes Sumedang Imbau Masyarakat Waspada Bencana dan Penyakit
Lebih jauh, Asep menyinggung pentingnya mengikuti warisan leluhur, seperti Siliwangi, yang dikenal sebagai ahli pertanian dan tata kelola alam.
Ia menilai, menjaga lingkungan merupakan bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan.
Menurutnya, Sumedang saat ini memiliki sejumlah kawasan yang rawan, seperti tebing di pinggir jalan dan sungai, serta maraknya pembangunan oleh developer di kawasan yang berisiko tinggi.
Baca Juga:
Musim Hujan Tingkatkan Risiko Penyakit, IDAI Ingatkan Prioritas Keselamatan Anak Sekolah
“Sumedang sekarang yang terhutang itu di kawasan-kawasan tebing baik di pinggir jalan, sungai, dan masifnya developer membangun di kawasan yang secara risiko besar,” kata Asep.
Asep berharap kondisi tersebut tidak menimbulkan bencana, namun jika terjadi, maka menjadi tanggung jawab bersama, dengan peran utama pemerintah sebagai leading sector.
“Kalau pun ada bencana, itu menjadi PR dan tanggung jawab kita bersama, tetapi leading sektornya tetap dari pemerintah,” ujarnya.