WAHANANEWS.CO, Sumedang - Terkait isu pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berdampak langsung pada P3K yang sedang aktif, khususnya P3K paruh waktu.
Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, usai apel pagi lingkup Sekretariat Daerah di Lapang Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (06/04/2026).
Baca Juga:
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, Dinas Pendidikan Sumedang Gelar Gerak Jalan Sehat dan Santunan
Sekda Tuti menjelaskan, Pemkab Sumedang tetap mengacu pada ketentuan Undang-Undang Keuangan, yang mengatur bahwa proporsi APBD untuk belanja pegawai pada 2027 harus maksimal 30 persen.
“Kita harus melakukan efisiensi dari jumlah pegawai. Jumlah pegawai saat ini tetap dipertahankan, tetapi untuk rekrutmen akan dilakukan minus growth. Pensiun tahun depan 751 orang, namun yang akan direkrut hanya sekitar 150 orang,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengurangan ini tidak langsung berdampak pada P3K aktif maupun P3K paruh waktu.
Baca Juga:
Pawai Rakyat Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Dua Kecamatan di Sumedang Tampilkan Kreasi Warga
“Kebijakan paruh waktu dievaluasi setiap tahun sesuai kinerja. Jika kinerjanya memenuhi ketentuan, maka kontrak akan diperpanjang. Tujuan kami adalah meningkatkan kesejahteraan sekaligus kinerja P3K paruh waktu,” tambahnya.
Saat ditanya persentase belanja pegawai terhadap APBD, Sekda Tuti mengungkapkan saat ini berada di angka 37 persen.
Kenaikan ini dipengaruhi berkurangnya transfer keuangan dari pemerintah pusat sebesar Rp 204 miliar, sehingga perbandingan belanja pegawai otomatis meningkat meski jumlah pegawai berkurang.