“Beliau memberikan kesempatan kepada perwakilan dari Sumedang, Majalengka, dan Aceh untuk saling memperkenalkan diri serta mempererat ukhuwah sesama jamaah,” katanya.
Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah masing-masing jamaah, mulai dari membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga istirahat menjelang pelaksanaan wukuf.
Baca Juga:
Kloter 29 KJT Siap Hadapi Puncak Haji, Ini Hasil Rakor Petugas dan Karom
Pada pagi harinya usai salat Subuh, kembali digelar kegiatan kuliah subuh yang diinisiasi oleh Prof. Dr. KH. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi, MA. Dalam kegiatan tersebut tampil sejumlah ustaz dan tokoh agama dari berbagai daerah.
Dari Sumedang hadir H. Shohibin, KH. Alan Sudirman, KH. Asep Fu’ad Adnan, serta PHD Kabupaten Tasikmalaya KH. Yahya Kamal.
Sementara dari Majalengka diwakili Ustaz Yusuf, dan perwakilan jamaah Banda Aceh juga turut menyampaikan tausiah.
Baca Juga:
Jemaah Haji KBIHU Multazam Tanjungsari Gelar Doa Bersama dan Istighosah Jelang Puncak Ibadah Haji
Dalam tausiah umumnya, Prof. Dr. KH. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi menjelaskan berbagai dalil mengenai keutamaan wukuf di Arafah.
“Keutamaan wukuf di Arafah tidak hanya dirasakan oleh jamaah yang hadir di sini, tetapi juga menjadi wasilah doa dan ampunan bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang didoakan oleh jamaah haji,” tutur H. Shohibin mengutip tausiah Abuya.
Menjelang pelaksanaan wukuf, jamaah melaksanakan berbagai ibadah sunnah seperti salat duha, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. H. Shohibin selaku PHD Kabupaten Sumedang juga turut mengoordinasikan pembagian petugas pelaksana wukuf di sejumlah tenda.