Untuk tenda nomor 10, khutbah wukuf disampaikan langsung oleh Prof. Dr. KH. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi, MA, dengan imam KH. Acep dari Bandung Barat dan muazin Sener Mawan dari Bandung Barat.
Sementara pembimbing doa dan muhasabah dipimpin KH. Irfan Hilmi dari Tasikmalaya serta KH. Deden dari KBIHU Qowamah Tasikmalaya.
Baca Juga:
Kloter 29 KJT Siap Hadapi Puncak Haji, Ini Hasil Rakor Petugas dan Karom
Adapun di tenda nomor 19 yang mayoritas ditempati jamaah perempuan, khutbah dipimpin KH. Arif selaku pembimbing ibadah tim kloter, imam dipimpin langsung oleh H. Shohibin dari Sumedang, serta muazin KH. Alan Sudirman.
Bimbingan doa dan muhasabah dipimpin KH. Ade dari Tasikmalaya selaku pimpinan KBIHU Ka’bah Islamiyah, didampingi KH. Yahya Kamal dari PHD Kabupaten Tasikmalaya.
Rangkaian pelaksanaan wukuf diawali dengan khutbah Arafah, dilanjutkan azan dan pelaksanaan salat Zuhur serta Asar, kemudian diteruskan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin para pembimbing ibadah.
Baca Juga:
Jemaah Haji KBIHU Multazam Tanjungsari Gelar Doa Bersama dan Istighosah Jelang Puncak Ibadah Haji
“Menjelang Magrib, Abuya memimpin doa bersama. Waktu itu merupakan saat yang paling istimewa dan mustajab bagi seluruh jamaah haji untuk memanjatkan doa,” pungkas H. Shohibin.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]