Ramdani berharap, apabila terdapat pohon produktif di sekitar tempat tinggal, namun berada sangat dekat dengan jaringan listrik, agar diberikan izin untuk dipangkas sebagian sesuai dengan jarak aman kurang lebih 3 meter.
"Lalu untuk anak-anak agar diingatkan untuk tidak bermain layang-layang apabila di sekitarnya terdapat jaringan listrik. Akan sangat membahayakan apabila benang layang-layang tersangkut jaringan listrik dan akan mengakibatkan padam yang meluas," paparnya.
Baca Juga:
Data Center Tumbuh di Tangsel, PLN Pastikan Keandalan Sistem untuk Dukung Investasi Digital
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo menegaskan bahwa PLN memandang tanggung jawab sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari peran perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
"PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi sosial yang nyata melalui berbagai program kemanusiaan dan lingkungan," terangnya.
Sugeng berharap, semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sehingga keberadaan PLN tidak hanya dirasakan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hadir, peduli, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup bersama.
Baca Juga:
PLN Perkuat Listrik Simeulue dengan Mesin 2 MW, ALPERKLINAS: Fondasi Baru bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
[Redaktur: Sobar Bahtiar]