Selain edukasi keselamatan fisik, para siswa juga diajarkan cara-cara sederhana dan bijak dalam menggunakan listrik di rumah, seperti tidak menyentuh sakelar saat tangan basah dan mematikan perangkat elektronik dan mencabut dari sumber listrik apabila tidak digunakan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program PLN mengajar atau sosialisasi ke sekolah-sekolah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kecelakaan listrik.
Baca Juga:
Perkuat Infrastruktur Digital, PLN Listriki Data Center Digital Edge Indonesia hingga 2x725 MVA
"Mengenalkan manfaat dan bahaya listrik sejak dini adalah langkah strategis PLN untuk membudayakan keselamatan serta kesadaran untuk bijak dalam berlistrik pada generasi penerus bangsa," kata Sugeng.
"Kami ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitarnya," sambungnya.
Dengan sinergi bersama pihak sekolah, lanjut Sugeng, PLN berharap informasi ini dapat menyebar luas, sehingga kasus gangguan pasokan listrik akibat layang-layang maupun kecelakaan akibat tersengat listrik pada anak dapat dicegah bersama-sama.
Baca Juga:
PLN Mobile Hadirkan Kemudahan Akses SPKLU bagi Pengguna Kendaraan Listrik
Edukasi yang berlangsung ceria ini ditutup dengan sesi tanya jawab berhadiah menarik dari PLN serta pengenalan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi digital jika pihak sekolah maupun orang tua siswa membutuhkan layanan dari PLN.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]