“Kalau PNS harus WFH sementara siswa tetap di sekolah, itu tentu tidak memungkinkan. Untuk guru sendiri sampai saat ini belum ada instruksi harus WFH, jadi kami masih menunggu kebijakan selanjutnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, apabila mengacu pada arahan Menko PMK, maka sistem pembelajaran tetap berjalan normal dengan skema lima hari kerja di sekolah.
Baca Juga:
Wakil Bupati Sumedang Jadi Narasumber Pendidikan Politik di SMAN 1 Sumedang
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap kebijakan yang diambil pemerintah tetap mengedepankan kualitas pendidikan.
Iwan menilai, pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa pembelajaran daring berdampak pada penurunan kualitas belajar siswa.
“Pendidikan ini sangat penting bagi kemajuan generasi bangsa. Kita sudah belajar dari masa pandemi, ketika pembelajaran daring terjadi penurunan kualitas pendidikan. Selain itu, orang tua, guru, dan siswa sama-sama mengalami kesulitan,” ungkapnya.
Baca Juga:
SMAN 1 Sumedang Masuk 10 Besar Anugerah Gapura Pancawaluya Jabar, Panitia Siapkan Visitasi Penilaian
Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap harus berjalan dan dinilai lebih efektif jika siswa berada di sekolah.
“Program MBG tetap harus dilaksanakan dan itu tidak bisa ditawar. Tidak mungkin anak di rumah tapi tetap harus membawa MBG ke sekolah. Jadi lebih efektif kalau siswa tetap belajar di sekolah tanpa perlu PJJ,” pungkasnya.
Dengan demikian, SMAN 1 Sumedang memilih untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka sambil menunggu kebijakan resmi lanjutan dari pemerintah terkait sistem kerja bagi tenaga pendidik.