WAHANANEWS.CO, Sumedang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, menerima sebanyak 64 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo PPS Kabupaten Sumedang, Senin (6/7/2026).
Mahasiswa KKN tersebut akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama 40 hari dengan mengusung tema "Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience".
Baca Juga:
Sekda Sumedang Hadiri Piloting Penanganan Kemiskinan Berbasis Intervensi di Desa Cijeler
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Pengembangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr. Yuni Puji Hastuti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah menjadi lokasi pelaksanaan KKN IPB tahun 2026.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah menerima mahasiswa KKN IPB. Terpilihnya Sumedang sebagai lokus KKN merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Sekda Sumedang Dr. Hj. Tuti Ruswati mengatakan, dipilihnya Kabupaten Sumedang sebagai lokasi KKN IPB menjadi kebanggaan sekaligus momentum memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Hadiri Sosialisasi Program 3 Juta Rumah, Percepatan PBG MBR Ditargetkan Maksimal 3 Jam
Menurutnya, visi Sumedang Simpati (Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif Ekonominya) menuju Indonesia Emas 2045 tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh unsur pembangunan.
"Fondasi pembangunan Kabupaten Sumedang adalah inovasi dan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami selalu membangun kerja sama melalui konsep pentahelix, yakni bersama akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media," kata Tuti.
Ia menjelaskan, sebanyak 64 mahasiswa IPB akan ditempatkan di enam kecamatan, yakni Cimalaka, Conggeang, Darmaraja, Situraja, Wado, dan Jatigede, yang tersebar di delapan desa, yaitu Desa Licin, Ciberum Wetan, Conggeang Kulon, Tarunajaya, Cienteng, Situraja, Wado, dan Cilangkap.
Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan pemanfaatan potensi wilayah sekitar Waduk Jatigede.
"Sumedang memiliki sektor unggulan di bidang pertanian dan peternakan yang menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Karena itu, kehadiran mahasiswa IPB sangat relevan untuk membantu meningkatkan produktivitas masyarakat melalui inovasi dan pendampingan," ungkapnya.
Tuti juga berharap mahasiswa dapat memberikan solusi bagi masyarakat di kawasan penyangga Waduk Jatigede yang hingga kini masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan pasca-pembangunan waduk.
"Kami berharap adik-adik mampu menghadirkan inovasi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan potensi Waduk Jatigede untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Walaupun hanya 40 hari, saya yakin pengabdian ini akan menjadi pengalaman berharga sekaligus meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Tuti menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan masih menjadi salah satu kunci dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Sumedang.
Ia menyebutkan angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang masih berada di kisaran 8,81 persen, sehingga dibutuhkan berbagai inovasi agar sektor pertanian semakin modern dan mampu menarik minat generasi muda.
"PR kita adalah bagaimana mencetak petani milenial yang profesional dan berpenghasilan tinggi. Di Sumedang sudah ada contoh petani milenial yang sukses dengan pendapatan puluhan juta rupiah per bulan. Kami ingin semakin banyak anak muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian dan peternakan dengan pendekatan modern," katanya.
Di akhir sambutannya, Sekda mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN IPB dan berharap program pengabdian tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pencapaian indikator pembangunan Kabupaten Sumedang.
"Mudah-mudahan kolaborasi ini mampu memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta mendorong lahirnya petani-petani modern di Kabupaten Sumedang. Selamat datang dan selamat mengabdi di Kabupaten Sumedang," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]