Menurutnya, kehadiran Kementerian Ekraf menjadi energi baru dalam mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
"Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Kreativitas, inovasi, dan kekayaan budaya merupakan modal utama untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dorong Industri Animasi dan Konten Digital Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Indonesia
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah membangun Sumedang Creative Center sebagai pusat kolaborasi, ruang belajar, laboratorium inovasi, sekaligus wadah tumbuhnya berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Berbagai aktivitas telah dilaksanakan di fasilitas tersebut, mulai dari pelatihan, workshop, inkubasi bisnis, pengembangan konten digital, fasilitasi hak kekayaan intelektual, hingga ruang kolaborasi komunitas kreatif.
Dikdik menegaskan, Sumedang tengah mempersiapkan diri menjadi bagian dari Kabupaten Kreatif Indonesia melalui penguatan SDM, kelembagaan, infrastruktur, pembiayaan, pemasaran, serta perlindungan kekayaan intelektual.
Baca Juga:
Wamen Ekraf Tekankan Peran Generasi Muda dalam Mendorong Ekonomi Kreatif Nasional
Ia juga berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat terus memberikan pendampingan, baik melalui penguatan kelembagaan, inkubasi bisnis, peningkatan sarana prasarana, promosi produk kreatif, hingga penguatan transformasi digital.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang, Dede Mulyadi, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia ekonomi kreatif.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara pelaku usaha memproduksi, memasarkan, hingga membangun hubungan dengan konsumen.