WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bertempat di Sumedang Creative Center, SMP IT Insan Sejahtera menggelar kegiatan Student Led Conference (SLC) bertajuk Mini Research sebagai bagian dari ujian praktik bagi siswa kelas IX, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, KH. Dadang Setiawan.
Baca Juga:
350 Siswa SD Adu Kreativitas di FLS3N 2026 Sumedang Selatan
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampil percaya diri mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan guru, orang tua, serta tamu undangan.
Presentasi yang dilakukan tidak hanya memaparkan proyek, tetapi juga diikuti dengan sesi tanya jawab yang menguji pemahaman dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam ajang ujian akademik tersebut.
Ketua Pelaksana yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP IT Insan Sejahtera, Nia Harsanah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk modernisasi dari sistem ujian praktik.
Baca Juga:
Sekretariat PGRI Sumedang Jadi Lokasi Penandatanganan Kontrak PPPK Paruh Waktu
“Student Led Conference ini adalah agenda tahunan yang menjadi bentuk inovasi ujian praktik kelas IX. Jika sebelumnya ujian dilakukan per mata pelajaran, kini kami integrasikan dalam satu konsep yang juga melatih public speaking, berpikir kritis, dan kreativitas siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses pengerjaan proyek berlangsung cukup panjang, dimulai sejak Januari selama kurang lebih empat bulan.
Siswa menyusun karya ilmiah berupa mini riset yang mencakup latar belakang, rumusan masalah, hingga pengembangan proyek sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Setelah itu, siswa membuat dokumentasi dalam bentuk video, menyusun slide presentasi, hingga akhirnya mampu mempresentasikan dan mempublikasikan hasil karya mereka,” jelasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa yang turut menyaksikan langsung hasil belajar anak-anak mereka selama tiga tahun.
Menurut Nia, respons orang tua sangat positif, bahkan banyak yang merasa bangga dan terharu melihat perkembangan anaknya.
“Banyak siswa yang sebelumnya cenderung pendiam, kini mampu tampil percaya diri berbicara di depan umum. Ini menjadi momen berharga bagi orang tua untuk melihat proses dan hasil kerja keras anak-anak mereka,” tambahnya.
Total terdapat 76 siswa kelas IX yang mengikuti kegiatan ini, terbagi dalam beberapa sesi presentasi.
Seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian SLC sebagai bagian dari syarat kelulusan.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Ke depan, kami berharap kolaborasi antara sekolah dan orang tua terus terjalin untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik,” pungkas Nia.
Kegiatan Student Led Conference ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam dunia pendidikan mampu menghadirkan metode evaluasi yang lebih holistik, tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan abad 21 bagi siswa.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]