Ia berharap, saat tim penilai provinsi melakukan visitasi, semua bukti tersebut dapat menunjukkan bahwa sekolah benar-benar melaksanakan program Gapura Pancawaluya secara nyata.
Penataan Lingkungan Bernuansa Sunda
Baca Juga:
Pengurus KKRA/IGRA Sumedang Dilantik, Program PKB Guru RA Resmi Dibuka
Menjelang penilaian, sekolah juga mempercantik area lingkungan, termasuk gapura yang akan menjadi ikon penyambutan tim penilai.
“Kami menata kembali kebersihan lingkungan dan mempersiapkan gapura dengan nuansa Sunda,” kata Taryat.
Makna Pancawaluya dan Penguatan Karakter Peserta Didik
Baca Juga:
Dari Sumedang untuk Indonesia: Wabup Tegaskan Pendidikan Bermutu sebagai Kunci Masa Depan
Lebih jauh, Taryat menjelaskan bahwa Pancawaluya berasal dari kata panca (lima) dan waluya (kesejahteraan). Program ini menekankan lima karakter utama peserta didik, yaitu:
Cageur: sehat lahir batin
Bageur: berperilaku baik dan mampu mengendalikan diri
Bener: jujur dan berintegritas
Pinter: cerdas dan berkembang sesuai kapasitas
Singer: mampu tampil dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, karakter ini menjadi landasan penting dalam pembinaan peserta didik di SMA, yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.