Salah satu penekanan yang disampaikan adalah pentingnya membangun budaya hidup bersih dan sehat, sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Salah satu implementasi di lingkungan sekolah adalah menghidupkan kembali kegiatan Jumat bersih-bersih. Saya mendapat laporan bahwa di Sumedang hal ini sudah lama dilakukan, dan ini patut menjadi contoh,” jelasnya.
Baca Juga:
Laporan ke Polisi Mereda, AMM Buka Peluang Damai dengan Pandji Pragiwaksono
Ia menambahkan, persoalan lingkungan dan sampah masih menjadi tantangan serius, terlebih selama bulan Ramadan yang berdasarkan riset Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan adanya peningkatan volume sampah hingga 10–20 persen.
“Karena itu, saya mengajak keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk ikut menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI, salah satunya dengan mengurangi produksi sampah, khususnya sampah nonorganik,” tegasnya.
Menurut Fajar Riza, upaya pengendalian sampah dan pembiasaan hidup bersih merupakan bagian dari pendidikan karakter dan penguatan akhlak sosial, yang sangat relevan ditanamkan kepada masyarakat melalui momentum Ramadan.
Baca Juga:
Isu Pelaporan Pandji Pragiwaksono, Menkum Akan Cek ke Kepolisian
[Redaktur: Ajat Sudrajat]