“Jika desa kuat, maka kecamatan akan kuat, kabupaten akan kuat, provinsi akan kuat, dan pada akhirnya negara akan kuat. Kepala desa adalah pemimpin yang paling dekat dengan rakyat, paling mengetahui persoalan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar para kepala desa aktif turun langsung ke lapangan dan hadir di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Buka Pelatihan AMT Guru SMK se-Kabupaten Sumedang, Perkuat Soft Skills dan Wawasan Green Energy
“Pemimpin harus terlihat dan hadir di tengah rakyat. Jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Banyaklah turun ke lapangan agar mengetahui langsung kebutuhan dan persoalan masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati meminta agar kebijakan dan program desa benar-benar berdampak serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tidak digunakan untuk kegiatan yang tidak memiliki manfaat nyata.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri Ekosistem Budaya Kasumedangan #15 di Geotheater Rancakalong
“Kebijakan harus bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Desa juga harus menjadi pusat inovasi. Jangan ragu berinovasi, dan buka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat, karena pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Bupati mendorong para kepala desa untuk segera menghadirkan program cepat (quick win) yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Tunjukkan perubahan. Harus ada program nyata yang langsung dirasakan masyarakat sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab atas amanah yang diberikan,” pungkasnya.