WAHANANEWS.CO, Sumedang - Dony Ahmad Munir menghadiri kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan #15 yang digelar di halaman Geotheater Rancakalong, Sabtu (21/02/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra), perwakilan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, serta Forkopimcam Rancakalong.
Baca Juga:
Jelang Puasa, Bupati Sumedang Pimpin Aksi Bersih-Bersih Alun-Alun dan Sekitarnya
Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada pengelola Geotheater yang terus konsisten menyelenggarakan Ekosistem Budaya Kasumedangan dan menyesuaikannya dengan momentum yang sedang berlangsung.
“Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada pengelola Geotheater yang terus konsisten menyelenggarakan ekosistem budaya kasumedangan dan disesuaikan dengan momentumnya. Saat ini kita berada di bulan puasa, dan kegiatan diisi dengan ngabuburit yang bukan hanya hiburan, tetapi juga ada seninya, ada budayanya, dan ada dakwahnya,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dikemas dalam berbagai tampilan, termasuk pertunjukan wayang yang mengangkat materi tentang arti penting budaya dan Islam sebagai dua hal yang saling menguatkan dan melengkapi.
Baca Juga:
Dony Ahmad Munir Resmi Jadi Kader Gerindra, Terima Kartu Anggota dari Sekjen Sugiono di Sumedang
Ia pun mengajak masyarakat untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang positif dan bermakna.
“Saya mengajak masyarakat untuk mengisi dengan kegiatan yang positif, termasuk ngabuburit yang lebih bermakna, bermanfaat, dan berdampak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Geotheater menjadi bagian dari ekosistem budaya Sumedang yang secara rutin digelar setiap Sabtu, sebagai wadah menampilkan potensi kreatif para seniman dan budayawan Kabupaten Sumedang.
“Ini bukan berarti kita berhenti beraktivitas, tetapi kita menyesuaikan dengan momentum yang sedang kita jalankan. Seniman dan budayawan terus mengaktualisasikan potensi kreatif yang dimilikinya,” pungkasnya.
Kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan #15 pun berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat yang hadir menikmati suguhan seni, budaya, dan nilai-nilai keagamaan dalam suasana Ramadan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]