Ia menjelaskan, pelatihan pembuatan roti dipilih karena memiliki peluang pasar yang jelas, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ke depan, para pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi pemasok produk pangan bagi program tersebut.
Baca Juga:
Bank Sumsel Babel Muara Enim Hadirkan Promo Takjil dan Salurkan CSR pada Ramadan 1447 H
“Market-nya sudah jelas, yaitu untuk mendukung kebutuhan MBG. Saat ini kita fokus pada pembuatan roti karena itu yang dibutuhkan,” jelasnya.
Selain pelatihan tata boga, pemerintah kecamatan juga merencanakan pelatihan lain yang berkaitan dengan kebutuhan pasar, seperti pelatihan penanaman sayuran hidroponik.
“Ke depan juga akan dilakukan pelatihan hidroponik karena kebutuhan sayuran juga cukup tinggi. Jadi pelatihan yang kita lakukan memang disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” tambahnya.
Baca Juga:
Sarmuji: Kantor DPD Golkar Harus Hidup, Terbuka, dan Produktif untuk Masyarakat
Terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Cisarua, Lilis menyebutkan saat ini sudah ada satu unit yang beroperasi, satu lagi direncanakan akan mulai berjalan dalam waktu dekat dan satu lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Yang sudah berjalan saat ini satu, rencananya minggu depan akan bertambah satu lagi, dan satu unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Jadi ke depan direncanakan ada tiga,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan pelaku UMKM di Kecamatan Cisarua mampu meningkatkan keterampilan, memperluas peluang usaha, serta turut berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.