Hal tersebut sejalan dengan arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa KOKAM merupakan pengawal dan penjaga aset persyarikatan Muhammadiyah.
“Di Sumedang terdapat puluhan Amal Usaha Muhammadiyah, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Sekolah Tinggi Muhammadiyah. Selain itu, terdapat pula Pimpinan Cabang dan belasan TK Aisyiyah. KOKAM memiliki tanggung jawab untuk membantu mengamankan dan menjaga aset-aset tersebut,” jelasnya.
Baca Juga:
Tagana Catat, 935 Jiwa Korban Terdampak Banjir di Depok
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Setelah Diklatsar, peserta akan mengikuti proses pembaretan sebagai simbol resmi menjadi anggota KOKAM.
“Menjadi KOKAM bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi kesiapan untuk berkhidmat di Muhammadiyah dan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Dalam Sambitan Wakil Bupati Sumedang disampaikan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Kabupaten Sumedang, H. Ahmad Syaripudin, menegaskan bahwa KOKAM memiliki peran strategis dalam membentuk kader muda yang disiplin, tangguh, berakhlak mulia, serta memiliki semangat pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
Baca Juga:
Pj Wali Kota Mojokerto Ajak Capaska Tanamkan Semangat Merah Putih
“Diklatsar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi proses pembinaan karakter, penanaman nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, loyalitas, serta semangat tolong-menolong,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, spiritual, dan fisik.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemuda Muhammadiyah atas komitmennya dalam membina kader melalui Diklatsar KOKAM ini. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah merupakan kekuatan besar dalam membangun daerah yang aman, harmonis, dan berkemajuan,” katanya.