Meski tahun ini tidak ada lanjutan ke tingkat provinsi karena penyelenggaraan sebelumnya telah menggunakan metode CAT, pihak FPP tetap menjadikan MQK sebagai agenda penting dalam program kerja tahunan.
Harapan: Lestarikan Kitab Kuning, Cetak Ulama Masa Depan
Baca Juga:
GNN Sumedang Lakukan Penanaman 100 Pohon di DAS Cimanuk, Jaga Kelestarian Sungai Cipicung
KH. Sohibin menegaskan pentingnya MQK dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren.
“Harapannya, kegiatan ini dapat mempertahankan tradisi keilmuan pesantren. Kitab kuning adalah jantung dan ruhnya pesantren. Dari sinilah lahir para pewaris ulama masa depan yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga mengamalkannya,” jelasnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini mempererat silaturahmi antar-santri, antarkiai, dan antar-pesantren, serta memperkuat sinergi antara pesantren dan pemerintah daerah.
Baca Juga:
Perumda Tirta Medal Serahkan 300 Bibit Pohon untuk Lima Sumber Mata Air di Sumedang
“Alhamdulillah, Sumedang pernah meraih juara pertama nasional pada Pesantren Award. Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan pesantren menuju Sumedang Simpati dan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Kemenag Sumedang Apresiasi dan Beri Pesan untuk Santri
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pesantren yang telah berpartisipasi.