Meski tahun ini tidak ada lanjutan ke tingkat provinsi karena penyelenggaraan sebelumnya telah menggunakan metode CAT, pihak FPP tetap menjadikan MQK sebagai agenda penting dalam program kerja tahunan.
Harapan: Lestarikan Kitab Kuning, Cetak Ulama Masa Depan
Baca Juga:
UKGD 2025 FKDT Sumedang Digelar, Tingkatkan Kompetensi Guru Diniyah untuk Santri Berakhlak Mulia
KH. Sohibin menegaskan pentingnya MQK dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren.
“Harapannya, kegiatan ini dapat mempertahankan tradisi keilmuan pesantren. Kitab kuning adalah jantung dan ruhnya pesantren. Dari sinilah lahir para pewaris ulama masa depan yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga mengamalkannya,” jelasnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini mempererat silaturahmi antar-santri, antarkiai, dan antar-pesantren, serta memperkuat sinergi antara pesantren dan pemerintah daerah.
Baca Juga:
26 Kontingen Kecamatan Meriahkan PENTAS PAI SD Kabupaten Sumedang 2026
“Alhamdulillah, Sumedang pernah meraih juara pertama nasional pada Pesantren Award. Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan pesantren menuju Sumedang Simpati dan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Kemenag Sumedang Apresiasi dan Beri Pesan untuk Santri
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pesantren yang telah berpartisipasi.