Eka juga mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Dinas Pendidikan, yakni masih adanya sekitar 10 ribu anak tidak sekolah di Kabupaten Sumedang.
“Ini menjadi tantangan bagi kami agar anak-anak tersebut dapat terdistribusi ke pendidikan nonformal melalui PKBM, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Pendidikan, LP Ma’arif NU Sumedang Lantik Kepala Madrasah
Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, serta seluruh pengelola dan kelompok PKBM atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam memajukan pendidikan nonformal.
“Di Kabupaten Sumedang terdapat lebih dari 80 PKBM. Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder pendidikan, khususnya para pengelola PKBM. Alhamdulillah, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Sumedang terus meningkat, dan ke depan harapan lama sekolah juga Insya Allah akan semakin baik,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, pendidikan merupakan sarana paling penting untuk mempersiapkan generasi masa depan.
Baca Juga:
Sumedang Walker Meriahkan HUT ke-22 SMANTISU, Dibuka Langsung Bupati Sumedang
Menurutnya, gelar karya PKBM ini menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal mampu melahirkan prestasi dan masa depan yang baik bagi peserta didiknya.
“Kita tidak bisa menyamaratakan kondisi semua anak. Ada yang usia sekolah tapi harus bekerja, berdagang, atau memiliki keterbatasan tertentu. Yang terpenting, seluruh anak di Kabupaten Sumedang tetap mendapatkan pendidikan yang layak, baik melalui Paket A, B, maupun C, agar memiliki wawasan dan bekal yang cukup, terutama di era digital dan teknologi saat ini,” pungkasnya.
Gelar Karya PKBM 2025 ini pun mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan masyarakat, sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperkuat pendidikan nonformal sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.