“Memang jika dilihat dari sisi nominal mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang kepada para kader yang selama ini telah bekerja dengan tulus sebagai pahlawan kesehatan,” katanya.
Dikdik menambahkan, para kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program kesehatan masyarakat, mulai dari pemantauan ibu hamil hingga tumbuh kembang anak.
Baca Juga:
Apresiasi Nasional: Saifullah Yusuf Puji Capaian UHC Kabupaten Karawang, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Ke depan, Posyandu juga akan menjalankan integrasi layanan primer, sehingga pelayanan tidak hanya terbatas pada penimbangan balita.
“Ke depan pelayanan di Posyandu tidak hanya mencatat dan menimbang, tetapi mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif hingga lansia. Karena itu kader perlu terus meningkatkan kapasitasnya,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader Posyandu yang disebutnya sebagai pahlawan kesehatan di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
“Saya sering menyebut mereka sebagai pahlawan kesehatan. Selain tenaga medis, para ibu kader Posyandu di Kabupaten Sumedang adalah orang-orang yang bekerja dengan ikhlas, mendatangi rumah ke rumah, dari balita ke balita, dari ibu hamil ke ibu hamil, untuk memastikan generasi Sumedang sehat,” ujar Bupati.
Menurutnya, kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam mendeteksi dini stunting, memantau status gizi anak, serta memastikan program imunisasi berjalan dengan baik.
“Kalau kita ingin melihat masa depan Sumedang, lihatlah anak-anak kita hari ini. Anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas. Di balik itu semua ada peran kader Posyandu,” katanya.