“Gerak jalan nanti juga melibatkan lintas agama. Gereja Kristen Indonesia Anugerah (GKIA) turut berpartisipasi setelah berkoordinasi dengan penyuluh Bimas Kristen dan Katolik,” jelas Jajang.
Tidak hanya kegiatan seremonial dan olahraga, Kemenag Sumedang juga akan melaksanakan kegiatan bakti sosial, berupa santunan kepada santri Pondok Pesantren di wilayah Cimanggung yang sebelumnya mengalami musibah keracunan makanan.
Baca Juga:
KKMI Sumedang Matangkan Persiapan KOSM 2026
Tercatat sebanyak 36 orang sempat dirawat di Rumah Sakit UNPAD.
“Pak Kepala Kantor bersama Pak Bupati, unsur Forkopimda, dan Kepala Dinas Kesehatan telah meninjau langsung ke RS UNPAD. Alhamdulillah, sebagian besar korban sudah kembali pulang, dan sisanya masih dalam perawatan, sebagian besar ditangani oleh puskesmas setempat,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, sportivitas, dan kerukunan umat beragama, sejalan dengan semangat Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80.
Baca Juga:
Sekolah di Sumedang Tetap Tatap Muka, Disdik Tegaskan Tak Ada WFH untuk Layanan Pendidikan
[Redaktur: Ajat Sudrajat]