Ia juga menyoroti hingga saat ini belum adanya kontribusi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar sejak kawasan tersebut dikelola pihak ketiga.
“Sejak launching sampai sekarang belum ada kontribusi sama sekali. Tidak perlu besar, yang penting ada pemberdayaan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Baca Juga:
Wabup Sumedang Luncurkan Aplikasi SOMEAH Perumda Tirta Medal
Zulkipli menambahkan, apabila Cipanteuneun dikelola dengan baik, kawasan tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, termasuk mendorong tumbuhnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kalau Cipanteuneun berjalan, otomatis ada peluang usaha. Warga bisa membuka tenda, stand UMKM, dan aktivitas ekonomi lainnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat ada keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan, namun akhirnya harus mundur karena biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan.
Baca Juga:
Terkait Pelayanan PDAM, Warga Minta Pemda dan DPRD Sumedang Cek ke Lapangan
“Biaya operasional jauh lebih besar dibandingkan pendapatan, akhirnya mundur. Ini menunjukkan tata kelolanya memang tidak baik,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga pihak investor yang terlibat.
“Jangankan warga kami, investornya sendiri pun tidak mendapatkan keuntungan sama sekali,” pungkas Zulkipli.