“Kalau di bulan Ramadan ini, menunya berupa keringan, karena untuk bisa dimakan saat berbuka puasa,” jelas Zakiyuddin.
Sementara itu, Pengawas Lapangan SPPG Desa Sukajaya, Galih Muhammad Ramdhan, mengatakan bahwa proses distribusi tetap dilakukan dengan koordinasi bersama pihak penerima manfaat, baik sekolah maupun pengelola posyandu atau B3.
Baca Juga:
Monitoring Dua SPPG, Sekda Sumedang Tekankan Peningkatan Kualitas Program MBG
“Distribusi tetap kami koordinasikan dengan pihak sekolah dan pengelola posyandu atau B3. Sebelumnya, menu kering juga pernah diterapkan, misalnya saat sekolah melakukan BDR,” ungkapnya.
Menurutnya, selama Ramadan pihaknya dapat kembali menerapkan pola distribusi menu kering dengan sejumlah penyesuaian terkait pemenuhan gizi.
“Ada tambahan terkait gizi. Misalnya susu diganti dengan telur mentah yang nantinya dikelola oleh orang tua siswa. Kemudian ada juga makanan olahan seperti bolu, dimsum, serta makanan berbasis protein hewani,” jelas Galih.
Baca Juga:
Ada Nama Wakapolda Jambi, Kapolri Kembali Lakukan Mutasi Besar di Tubuh Polri
Ia menegaskan, makanan tersebut tidak dibeli jadi, melainkan diolah langsung oleh dapur SPPG bersama tim koki dan relawan.
“Tidak membeli dari luar, tetapi diolah langsung oleh dapur SPPG bersama tim koki dan relawan,” katanya.
Sejauh ini, proses distribusi berjalan lancar. Untuk tahap awal, pendistribusian menyasar siswa tingkat TK, PAUD, dan Kober yang memiliki jam pulang lebih awal.