"Diabetes tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi membutuhkan komitmen edukasi seumur hidup, perubahan pola hidup sehat, deteksi dini, serta kepatuhan dalam pengelolaannya. Kehadiran Persadia menjadi sangat penting sebagai wadah edukasi, pendampingan, dan dukungan bagi para diabetesi serta keluarganya," ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani penyakit tidak menular.
Baca Juga:
Kemenkes Temukan Satu dari Empat Remaja Alami Anemia dalam Program CKG Sekolah
Karena itu, kolaborasi antara Persadia, Dinas Kesehatan, 35 puskesmas, rumah sakit, klinik, kader kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pengendalian diabetes di Kabupaten Sumedang.
"Persadia bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bagi para penyandang diabetes. Kami berharap seluruh unit Persadia yang ada di puskesmas, klinik maupun rumah sakit dapat terus berkoordinasi dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Surdi juga mengajak seluruh pihak untuk mengimplementasikan filosofi "Sumedang Nyaah Ka Indung", dengan menghadirkan program kesehatan yang nyata, menyentuh langsung masyarakat, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh warga.
Baca Juga:
Kemenkes Tetapkan Pangkep sebagai Role Model Cek Kesehatan Gratis di Wilayah Kepulauan
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Persadia yang dilantik dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Amanah yang diemban hari ini bukan hanya sebagai organisasi sosial kesehatan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit diabetes," ujarnya.
Sekda menyoroti pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini terus digencarkan pemerintah daerah.